Wabup Bartim Imbau dan Minta Masyarakat Ikut Cegah Karhutla Saat Musim Kemarau
SPIRITNUSANTARA.COM – Wakil Bupati Barito Timur, Kalimantan Tengah, Habib Said Abdul Saleh Al Qadri mengingatkan sekaligus meminta kepada seluruh masyarakat di kabupaten setempat, agar ikut serta tetap mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi pada saat musim kemarau.
“Musim kemarau telah tiba, dan kiranya kita semua memahami tentang pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi kondisi cuaca yang kering dan panas seperti sekarang ini,” kata Habib Saleh di Tamiang Layang, Jumat (28/7/2023) kemarin.
Menurutnya, pentingnya kewaspadaan dan kesiapan selama musim kemarau, terutama dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan serta krisis air. Pemkab pun telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan untuk mengurangi risiko bencana, namun kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat juga diperlukan.
Habib Saleh mengatakan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu langkah awal yang bisa diambil oleh masyarakat dalam menghadapi musim kemarau. Untuk itu, masyarakat jangan sembarangan membuang puntung rokok, dan memastikan api yang digunakan untuk keperluan rumah tangga, seperti memasak atau membakar sampah yang benar-benar padam sebelum meninggalkannya.
Masyarakat Bartim pun berharap dalam menggunakan air, bisa lebih bijaksana. Pasalnya, dalam situasi musim kemarau, sumber udara menjadi lebih terbatas, sehingga penggunaan udara perlu dikendalikan.
“Tutup keran air saat tidak digunakan, serta memperhatikan kemampuan daya tampung sumur-sumur dan sumber air lainnya, agar tidak mengalami kekeringan,” kata Habib Saleh.
Wabup Bartim itu juga menyampaikan hal penting terkait menjaga hutan dan lahan dari potensi kebakaran. Sebab, warga perlu mengingatkan kembali untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena selain dapat menyebabkan bencana kebakaran yang merugikan banyak pihak. Pihak berwenang juga akan meningkatkan patroli di area rawan kebakaran untuk mencegah hal tersebut.
“Seluruh warga kiranya bisa berperan aktif dalam melaporkan situasi darurat dan indikasi kebakaran segera kepada pihak tuannya. Selain itu, manufaktur dan kesadaran masyarakat akan sangat membantu dalam memitigasi dampak musim kemarau yang mungkin terjadi,” demikian Habib Saleh. (HBI/Semut/SN-88)
