Warga Dapil III Keluhkan Jalan Rusak dan Minimnya Fasilitas Publik Saat Reses DPRD Bartim
Tamiang Layang, forumhukum.online – Reses DPRD Kabupaten Barito Timur Dapil III menjadi wadah masyarakat menyampaikan langsung aspirasi pembangunan. Keluhan warga didominasi persoalan infrastruktur, akses pertanian, pelayanan publik, dan ketersediaan air bersih. Ketua DPRD Barito Timur, Nursulistio, mengatakan reses merupakan kewajiban legislator untuk turun ke daerah pemilihan dan menyerap aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan kebijakan, program, dan anggaran daerah.
“Reses ini merupakan kewajiban seorang legislator untuk turun ke dapil masing-masing. Melalui kegiatan ini, anggota DPRD menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan, program, dan anggaran pemerintah daerah,” ujar Nursulistio.
Reses Dapil III berlangsung selama tiga hari, 5–7 Agustus, di Kecamatan Dusun Tengah, Pematang Karau, dan Raren Batuah. Pada hari pertama di Gedung Batara Linggar, Ampah, warga menyampaikan kebutuhan perbaikan jalan lingkungan, jalan usaha tani dan perkebunan, drainase, gorong-gorong, serta pembangunan dan perbaikan jembatan.
Selain infrastruktur, air bersih menjadi keluhan utama, terutama saat musim kemarau. Warga mengeluhkan sumur yang mengering dan kualitas air sungai yang menurun akibat kekeruhan.
“Banyak masyarakat meminta pembenahan jalan, sarana pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta perhatian terhadap penyediaan air bersih karena saat musim kemarau mereka kesulitan mendapatkan air,” jelas Nursulistio.
Di Kecamatan Pematang Karau, aspirasi masyarakat juga banyak berkaitan dengan infrastruktur penunjang aktivitas sehari-hari. Warga menyampaikan kebutuhan perbaikan fasilitas pendidikan, akses jalan menuju SMP Satu Atap Pematang Karau, jalan permukiman, jalan pertanian, jalan perkebunan, serta pembangunan sejumlah jembatan, termasuk jembatan gantung.
Salah satu usulan yang menjadi perhatian adalah akses jalan menuju Sumber Rejo Matan Dra. Warga menyebut ruas jalan tersebut telah puluhan tahun belum mendapatkan pengaspalan, padahal menjadi jalur penting untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
“Jalan tersebut menjadi akses masyarakat membawa hasil panen seperti sayur-mayur, karet, dan hasil kebun lainnya, baik dari kebun menuju rumah maupun pasar. Ini menjadi salah satu usulan yang perlu ditindaklanjuti,” kata Nursulistio.
Sementara itu, masyarakat Kecamatan Raren Batuah menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumber air dan pelayanan fasilitas publik.
Dalam kunjungan lapangan, DPRD meninjau fasilitas PDAM yang menjadi salah satu sumber distribusi air bagi masyarakat dan kantor kecamatan.
Dari hasil peninjauan tersebut, DPRD melihat perlunya perhatian terhadap normalisasi sungai, penataan kawasan sekitar sumber air, serta upaya menjaga kualitas air agar tidak tercemar.
Selain menyerap aspirasi masyarakat, DPRD Barito Timur juga meninjau sejumlah fasilitas publik. Di Kecamatan Dusun Tengah, rombongan mengecek Terminal Ampah yang membutuhkan pembenahan karena beberapa bagian bangunan rusak dan kawasan perlu ditata kebersihannya.
Sementara di Kecamatan Pematang Karau, DPRD meninjau Puskesmas Pematang Karau, termasuk fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan gudang logistik. Ketua DPRD Barito Timur, Nursulistio, menyebut kondisi gudang masih perlu diperbaiki. Keterbatasan daya listrik juga menjadi kendala dalam pengoperasian sejumlah peralatan medis.
Nursulistio mengatakan seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan dibahas bersama pemerintah daerah. Namun, setiap usulan harus melalui verifikasi dan penentuan skala prioritas.
“Tentu tidak semua usulan bisa langsung direalisasikan. Bersama pemerintah daerah akan dilakukan verifikasi dan pengecekan kembali ke lapangan untuk menentukan program yang paling mendesak dan harus segera ditangani,” pungkasnya. (Vna)
