Ibadah Jumat Agung 2026 di Barito Timur Berlangsung Khidmat, Polisi Amankan Puluhan Gereja
Tamiang Kelua, forumhukum.online – Jajaran Polres Barito Timur memastikan pelaksanaan Ibadah dan Perayaan Jumat Agung Tahun 2026 di berbagai gereja berjalan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan, Jumat (3/4/2026).
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh di sejumlah titik gereja yang tersebar di wilayah Kabupaten Barito Timur, mulai dari Kecamatan Dusun Timur, Pematang Karau, hingga Petangkep Tutui. Kegiatan ini merupakan bagian guna menjamin keamanan rangkaian ibadah Jumat Agung dan Paskah.
Sejumlah gereja yang menjadi fokus pengamanan di antaranya GKE Efata, GKE Yakin, GKE Imanuel, GKE Palanungkai, GKE Maranatha, Gereja Katolik Paroki Santo Mikael, hingga gereja-gereja di Desa Bentot.
Ribuan jemaat tampak mengikuti ibadah dengan khidmat. Di GKE Imanuel Tamiang Layang saja, jumlah jemaat mencapai lebih dari 600 orang, sementara di gereja lainnya berkisar antara 70 hingga 400 jemaat.
Pengamanan dipimpin langsung oleh para Perwira Pengendali (Padal) serta jajaran polsek dengan melibatkan puluhan personel di lapangan.
Selain melakukan penjagaan di area gereja, personel kepolisian juga aktif melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, membantu penyeberangan jemaat, serta mengantisipasi potensi kemacetan dan kecelakaan di sekitar lokasi ibadah.
Kapolres Bartim AKBP Eddy Santoso, melalui Kasat Lantas, AKP Asri Putra Bahari, mengatakan pihaknya turut menggelar patroli di sejumlah titik rawan, khususnya di ruas jalan yang menjadi pusat aktivitas jemaat.
“Patroli ini kami lakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar serta mengantisipasi gangguan kamtibmas selama pelaksanaan ibadah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam menjamin kebebasan beribadah.
“Kami memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar, sehingga jemaat dapat beribadah dengan tenang dan penuh kekhusyukan,” katanya.
Tak hanya fokus pada pengamanan, petugas juga memberikan imbauan kepada jemaat agar tetap berhati-hati dalam perjalanan, baik saat datang maupun kembali ke rumah.
Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci terciptanya suasana damai selama perayaan hari besar keagamaan tersebut. (Vna)
