Penyuluh Perikanan Bartim Ingatkan Warga Hindari Illegal Fishing Saat Kemarau
Tamiang Layang, forumhukum.online – Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Barito Timur (Bartim) Pardiono mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan bantaran sungai, agar tidak melakukan praktik illegal fishing selama musim kemarau.
Menurutnya, penurunan debit air sungai membuat ekosistem perairan lebih rentan rusak sehingga diperlukan kepedulian bersama untuk mencegah eksploitasi sumber daya ikan secara berlebihan.
“Penggunaan alat tangkap yang dilarang, seperti alat setrum (stroom) maupun bahan-bahan berbahaya untuk menangkap ikan, harus dihentikan.
Praktik tersebut tidak hanya melanggar ketentuan, tetapi juga dapat membunuh berbagai jenis biota air, merusak habitat ikan, dan mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan,” ujar Pardiono di Tamiang Layang, Jum’at (24/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat di Desa Jurubanu, Desa Telang Baru, Desa Kali Napu, Desa Tampu Langit, Desa Muara Plantau, Desa Ketab, serta desa-desa sekitar aliran sungai untuk bersama-sama menjaga kelestarian perairan dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.
Selain menjaga ekosistem sungai, Dion sapaan Pardiono juga meminta masyarakat menghemat penggunaan air dan menyiapkan cadangan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, terutama air minum dan memasak, selama musim kemarau berlangsung.
Pardiono juga mengimbau masyarakat tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai karena kualitas air sangat menentukan kelangsungan kehidupan masyarakat dan sektor perikanan.
Ia menegaskan kelestarian sungai merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, warga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau instansi terkait jika menemukan praktik illegal fishing maupun gangguan terhadap kondisi sungai selama musim kemarau.
Bagi pelaku usaha perikanan budidaya, Dion menyarankan agar menunda penebaran benih ikan pada keramba selama debit air sungai masih rendah. Pembudidaya juga diminta mewaspadai perubahan cuaca secara tiba-tiba, terutama hujan dengan intensitas tinggi setelah periode kemarau, karena dapat menyebabkan perubahan kualitas air yang berisiko memicu stres hingga kematian massal ikan.
Pardiono berharap masyarakat Barito Timur berperan aktif menjaga kebersihan sungai, melindungi sumber daya ikan, dan mencegah praktik illegal fishing demi menjaga kelestarian ekosistem perairan sebagai sumber kehidupan dan mata pencaharian masyarakat. (Vna)
