Minggu, Agustus 23, 2026
Tamiang Layang

Kabut Asap Kian Tebal, Ketua DPRD Bartim Ingatkan Warga Jaga Kesehatan saat Beraktivitas di Luar Rumah

Tamiang Layang, forumhukum.online – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Barito Timur mulai mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga, terutama karena musim kemarau masih berlangsung.  Menyikapi kondisi ini, Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, Nursulistio, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan. Ia meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Nursulistio mengatakan, kondisi udara yang dilihatnya sepanjang perjalanan dari Tamiang Layang menuju Palangka Raya cukup memprihatinkan. Kabut asap tampak tebal sehingga udara terasa tidak sehat dan membuat perjalanan maupun aktivitas masyarakat menjadi kurang nyaman.

“Kita melihat sepanjang jalan dari Tamiang Layang, dari Bartim sampai ke Palangka Raya, hawanya sangat tidak sehat dan sangat tidak nyaman. Banyak masyarakat yang mengeluhkan sesak dan batuk,” ujar Nursulistio kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, kondisi kabut asap tersebut perlu mendapat perhatian bersama. Musim kemarau yang masih berlangsung, ditambah curah hujan yang belum turun secara signifikan, dikhawatirkan membuat kualitas udara semakin memburuk.

Karena itu, Nursulistio meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menjaga kondisi kesehatan. Aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan sebaiknya dikurangi, terutama ketika kabut asap sedang tebal.

“Untuk sementara kita jaga kesehatan, kurangi aktivitas keluar rumah yang tidak perlu dan gunakan masker,” katanya.

Ia berharap masyarakat dapat mengikuti imbauan tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap, sembari menunggu kondisi cuaca membaik dan kualitas udara kembali normal.

Selain mengimbau masyarakat menjaga kesehatan, Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, Nursulistio, juga meminta warga tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka maupun membersihkan area.

Menurutnya, pembakaran lahan tetap dapat menghasilkan asap yang berpotensi memperburuk kualitas udara, meskipun api dapat dikendalikan. Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat ikut mencegah munculnya sumber asap baru selama musim kemarau.

“Mohon kerja sama dari semua pihak, jangan membuka lahan dengan cara membakar. Meskipun api bisa dikendalikan, asapnya akan berdampak dan semakin menambah ketebalan polusi yang kita rasakan,” tegas Nursulistio.

Ia menilai kondisi kabut asap dapat semakin parah apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dan curah hujan belum juga turun secara signifikan. Dalam situasi tersebut, pencegahan kebakaran lahan menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas udara.

Nursulistio menekankan, upaya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak kabut asap tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan, terutama dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran dan asap.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan kesehatan selama musim kemarau.

“Mari kita sama-sama menjaga demi kesehatan dan kebaikan kita semua,” pungkasnya. (Vna)