Senin, Agustus 24, 2026
Tamiang Layang

Nursulistio Menguat, Berpeluang Terpilih Aklamasi di Musda VI Golkar Bartim

Tamiang Layang, forumhukum.online – Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kabupaten Barito Timur menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas dan konsolidasi internal partai. Forum ini sekaligus menjadi ajang penting untuk menentukan arah serta kepemimpinan organisasi dalam lima tahun mendatang.

Selain menyatukan langkah seluruh kader dan struktur partai, Musda diharapkan mampu menghasilkan keputusan yang dapat memperkuat peran Partai Golkar dalam pembangunan dan kehidupan politik di Kabupaten Barito Timur.

Selain memilih kepengurusan baru, Musda VI Partai Golkar Barito Timur yang digelar Senin (24/8/2026) juga menjadi momentum mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus merumuskan program kerja strategis untuk periode mendatang.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, mengatakan Musda VI Barito Timur merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi yang digelar di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.

“Musda ini merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi Partai Golkar di tingkat kabupaten dan kota,” ujar Edy seusai kegiatan saat diwawancarai awak media.

Ia menyebut, Musda VI Barito Timur merupakan pelaksanaan ke-10 dari 14 kabupaten/kota yang dijadwalkan menggelar Musda. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya membahas pemilihan ketua, tetapi juga mengevaluasi kepengurusan sebelumnya serta menyusun program kerja untuk lima tahun ke depan.

“Musda bukan hanya soal memilih ketua, tetapi juga mengevaluasi pertanggungjawaban pengurus sebelumnya dan menyusun program kerja yang akan menjadi arah organisasi ke depan,” jelasnya.

Dalam Musda VI tersebut, nama Nursulistio mencuat sebagai kandidat kuat untuk memimpin DPD Partai Golkar Barito Timur periode mendatang. Dukungan disebut datang dari hampir seluruh pengurus kecamatan yang memiliki hak suara.

Dengan konfigurasi dukungan tersebut, proses pemilihan ketua berpeluang berlangsung secara aklamasi.

Namun, Edy menekankan bahwa siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin Golkar Barito Timur memiliki tugas besar menjaga soliditas internal dan memperkuat struktur organisasi hingga tingkat paling bawah.

“Yang terpenting adalah bagaimana kepengurusan yang terbentuk nantinya mampu menjaga kekompakan, memperkuat konsolidasi dan menjalankan program kerja partai secara maksimal,” katanya.

Setelah Musda, konsolidasi organisasi akan dilanjutkan hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Sesuai linimasa organisasi, penguatan struktur tersebut ditargetkan rampung secara menyeluruh pada akhir Desember 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi dinamika politik yang memasuki tahapan strategis pada 2027.

Edy mengatakan Partai Golkar menyiapkan agenda organisasi melalui konsep Tri Sukses Golkar, yakni sukses konsolidasi, kaderisasi, dan pemenangan pemilu. Agenda tersebut mencakup persiapan menghadapi pemilu legislatif hingga pemilihan kepala daerah dan presiden.

“Setelah Musda ini, konsolidasi harus terus bergerak sampai ke tingkat desa dan kelurahan. Struktur harus kuat, kader harus siap, dan mesin partai harus bekerja secara efektif,” tegas Edy.

Ia berharap kepengurusan baru Golkar Barito Timur dapat bekerja solid, memperkuat jaringan hingga akar rumput, serta menjalankan kaderisasi secara berkelanjutan sebagai persiapan menghadapi agenda demokrasi mendatang. (Vna)