Sabtu, Oktober 10, 2026
Tamiang Layang

Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Warga Bartim Terima Bantuan Pemprov Kalteng

Tamiang Layang, forumhukum.online – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan bagi masyarakat Kabupaten Barito Timur yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Bantuan diserahkan Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo saat kunjungan kerja ke Bartim, Selasa (22/9/2026).

Bantuan tersebut terdiri atas 2.000 paket sembako yang disalurkan di enam titik. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir.

Pemprov Kalteng juga menyalurkan 75.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga selama musim kekeringan. Dukungan lainnya berupa 500 tabung LPG 3 kilogram bagi pelaku UMKM, masker N95/KN95, multivitamin, serta layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kunjungan Wakil Gubernur bersama jajaran Pemprov Kalteng disambut Bupati Barito Timur M. Yamin dan jajaran Pemkab Bartim di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Mantawara, Tamiang Layang.

Selain bantuan pangan dan air bersih, Pemprov Kalimantan Tengah juga menyerahkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) Tahap II kepada masyarakat Barito Timur. Sebanyak 4.894 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima KHBS, dengan 848 KPM hadir di GPU Mantawara.

Rangkaian kegiatan turut diramaikan Pasar Murah bagi PNS Golongan I dan II, PPPK, serta tenaga outsourcing.

Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak musim kemarau, kekeringan, dan karhutla.

Menurut Edy, kondisi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino meningkatkan risiko kekeringan, karhutla, dan kabut asap. Karena itu, penanganan dilakukan secara bersama dengan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, mahasiswa, dan masyarakat.

Pemprov Kalteng juga menyiapkan berbagai langkah, mulai dari pembangunan sumur bor dan tandon air, penambahan armada pemadam, hingga distribusi air bersih. Bantuan pangan, LPG untuk pelaku UMKM, masker, vitamin, serta layanan kesehatan gratis turut disalurkan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau.

Edy Pratowo menyebut upaya penanganan karhutla melalui water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih menghadapi kendala. Kabut asap yang membatasi jarak pandang serta minimnya potensi awan hujan menjadi tantangan di lapangan.

Menghadapi dampak kabut asap, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan memperbanyak minum air mineral.

Edy juga mengajak seluruh masyarakat menjaga solidaritas, kebersamaan, dan kondusivitas serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

“Mari kita tingkatkan rasa solidaritas, kebersamaan dan keharmonisan. Semoga dengan ikhtiar dan doa kita bersama, kondisi ini segera teratasi dan Barito Timur semakin SEGAH,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Barito Timur M. Yamin mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada masyarakat Bartim.

“Atas nama pemerintah daerah, kita memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang hadir di Bartim dan memberikan bantuan,” ujar Yamin.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat penanganan dampak karhutla dan kekeringan di Barito Timur. (Vna)