Sabtu, Oktober 10, 2026
Tamiang Layang

Terdampak Karhutla, Warga Bartim Terima Bantuan Pangan dari Pemprov Kalteng

Tamiang Layang, forumhukum.online – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan pangan gratis bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Barito Timur, Selasa (22/9/2026). Bantuan ini disertai layanan kesehatan, cek kesehatan gratis, pasar murah, serta dukungan LPG untuk membantu warga menghadapi dampak karhutla dan tekanan harga kebutuhan pokok.

Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo menyerahkan bantuan secara langsung di GPU Mantawara, Tamiang Layang. Penyaluran juga dilakukan di SDN Rodok, Kantor Kecamatan Paku, GPU Desa Dayu, GPU Ampah, dan SMAN Bambulung.

Edy menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga dampaknya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Dampak karhutla ini mengganggu sisi kehidupan dan ekonomi masyarakat kita. Karena itu, Pemprov Kalteng menggulirkan program pro-rakyat yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Edy.

Bantuan pangan berupa beras, gula, dan minyak goreng dengan nilai subsidi Rp139 ribu diberikan secara gratis, termasuk kepada ASN golongan I dan II, PPPK, serta tenaga non-ASN atau honorer. Pemerintah juga menyediakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, vitamin, serta LPG 3 kilogram bagi pelaku usaha mikro.

Edy mengatakan program tersebut dilaksanakan serentak di sejumlah daerah Kalteng untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Terkait karhutla, ia mengingatkan tantangan pemadaman semakin berat di wilayah gambut. Api dapat merambat hingga lapisan bawah tanah dengan kedalaman bara mencapai 0,5–1 meter, sehingga titik api berpotensi kembali muncul meski permukaan terlihat sudah padam.

Untuk memperkuat penanganan karhutla, Pemprov Kalteng menyiapkan enam unit helikopter untuk operasi water bombing. Namun, pemanfaatannya belum maksimal karena kabut asap membatasi jarak pandang dan meningkatkan risiko penerbangan.

Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo mengatakan jarak pandang minimal 5 kilometer diperlukan untuk keselamatan operasi. Selain kabut asap, pilot juga harus mewaspadai sejumlah objek seperti jaringan SUTET dan pepohonan.

Edy mengajak masyarakat terus menjaga solidaritas dan bekerja sama menghadapi dampak karhutla. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

“Rasa solidaritas dan kebersamaan sangat penting dalam situasi seperti ini. Mari kita jaga hasil-hasil pembangunan dan bahu-membahu mengatasi dampak karhutla bersama-sama,” pungkasnya. (Vna)