Tingkatkan Populasi Sapi, Dinas Perikanan dan Peternakan Bartim Dorong Inseminasi Buatan
Tamiang Layang, forumhukum.online – Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur terus mendorong peningkatan populasi dan produktivitas sapi melalui program inseminasi buatan (IB). Program ini menjadi salah satu teknologi reproduksi yang dilakukan dengan memasukkan semen pejantan ke saluran reproduksi sapi betina menggunakan metode dan peralatan khusus.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan perkawinan sekaligus mempercepat pengembangan populasi ternak.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur, Abianhin, mengatakan inseminasi buatan merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu peternak mengatasi kendala perkembangbiakan sapi secara alami.
“Program ini kita dorong untuk membantu peternak, terutama pada sapi yang mengalami kendala dalam berkembang biak secara alami,” ujarnya.
“Program inseminasi buatan ini kita lakukan untuk membantu peternak, terutama bagi sapi yang mengalami kesulitan untuk berkembang biak. Dengan teknologi ini, proses reproduksi ternak dapat lebih terarah,” ujar Abianhin kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamui (20/8/2026).
Menurutnya, inseminasi buatan juga memiliki manfaat dalam meningkatkan kualitas genetik ternak melalui pemanfaatan semen dari pejantan unggul. Selain itu, teknologi tersebut menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam pengembangan populasi sapi di Indonesia.
Abianhin menjelaskan, pelaksanaan program inseminasi buatan tetap melibatkan pemilik ternak. Biaya pelaksanaan ditanggung oleh pemilik sapi yang mengikuti program tersebut.
“Untuk pelaksanaannya, biaya dibebankan kepada pemilik sapi. Peternak yang ingin mengikuti program ini dapat berkoordinasi dengan petugas terkait,” jelasnya.
Ia berharap peternak di Barito Timur dapat memanfaatkan program inseminasi buatan secara optimal. Selain membantu mengatasi kendala perkembangbiakan secara alami, program ini diharapkan mampu meningkatkan populasi dan produktivitas sapi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi peternak.
“Harapan kami program ini bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik sehingga ternak sapi yang ada dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi peternak,” pungkas Abianhin. (Vna)
