Selasa, April 28, 2026
Tamiang Layang

Pelabuhan Telang Baru Siap Dihidupkan Kembali Usai Lama Terbengkalai

Tamiang Layang, forumhukum.online – Harapan baru muncul untuk menghidupkan kembali Pelabuhan Telang Baru di Kabupaten Barito Timur yang selama ini terbengkalai. DPRD Barito Timur bersama pemerintah daerah mulai mendorong realisasi kerja sama dengan pihak ketiga agar pelabuhan tersebut dapat beroperasi dan memberikan kontribusi bagi daerah melalui rapat kerja, Senin (27/4/2026).

Ketua DPRD Barito Timur, Nursulistio, menyampaikan bahwa rapat kerja yang digelar bersama pemerintah daerah dan pihak perusahaan merupakan langkah awal menindaklanjuti rencana kerja sama pengelolaan pelabuhan. “Rapat ini dihadiri langsung oleh Bupati, Sekda, kepala OPD, serta unsur DPRD dan tenaga ahli. Kami juga mengundang tokoh masyarakat dan pihak perusahaan PT SAI (Surya Anugerah Indoborneo). Intinya, kita menindaklanjuti niat mereka untuk melakukan kerja sama,” ujar Nursulistio.

Ia menjelaskan, Pelabuhan Telang Baru sejatinya sudah ada sejak tahun 1970-an berdasarkan cerita tokoh masyarakat, dan kini telah resmi menjadi aset pemerintah daerah sejak 2024. Namun hingga kini belum memberikan manfaat optimal bagi daerah. “Kalau aset ini tidak dimanfaatkan, tentu kita rugi. Padahal potensi sumber daya di Barito Timur cukup besar. Karena itu kita dorong agar pengelolaannya bisa terwujud dan menyumbang PAD,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama DPRD akan mengkaji aspek hukum dan teknis agar kerja sama tersebut tidak menyalahi aturan serta berjalan sesuai prosedur. Sementara itu, Bupati Barito Timur M. Yamin, menegaskan dukungan penuh terhadap rencana investasi tersebut, dengan catatan tetap mengedepankan perhitungan matang dan tidak melanggar regulasi.

“Dukungan kita jelas, tapi tetap harus sesuai aturan. Kendala utama selama ini adalah akses jalan menuju pelabuhan,” ungkapnya. Ia menjelaskan, sejak dibangun dan dilengkapi infrastruktur pada 2007, pelabuhan tersebut belum dapat difungsikan secara maksimal karena persoalan akses yang belum memadai.

“Beberapa kali kita coba manfaatkan, tapi tidak memenuhi syarat. Bahkan saat dilelang, peminatnya minim karena akses jalan jadi kendala utama,” jelasnya. Namun kini, lanjut Bupati, muncul alternatif solusi melalui kerja sama dengan PT SAI yang memiliki akses melalui jalur perusahaan lain, sehingga membuka peluang baru bagi operasional pelabuhan.

“Ini terobosan yang menurut saya sangat potensial. Harapan kita bisa berjalan dan pelabuhan segera beroperasi,” katanya. Ia menambahkan, pembahasan lanjutan akan kembali dilakukan untuk mematangkan kesepakatan, termasuk melibatkan lebih banyak pihak, baik dari unsur eksekutif, legislatif, maupun masyarakat.

Terkait target realisasi, Bupati berharap proses dapat berjalan secepatnya. “Secepatnya saja. Lebih cepat lebih baik untuk kemajuan daerah kita,” pungkasnya. (Vna)