Petani Barito Timur Makin Percaya Diri, Puluhan Alsintan Meluncur
Tamiang Layang, forumhukum.online – Pemerintah Kabupaten Barito Timur memperkuat program swasembada jagung nasional melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian. Bantuan ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan mendorong petani memperluas tanam jagung pada 2026.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku, saat menghadiri kegiatan Serah Terima Bantuan Alsintan dalam rangka Program Tanam Jagung hasil kerja sama Kementerian Pertanian dan Polri di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, Senin (13/7/2026).
Misnohartaku mengatakan, jagung merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Seiring meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan pangan, konsumsi protein hewani, hingga kebutuhan energi, permintaan terhadap komoditas jagung terus mengalami peningkatan sehingga pemerintah terus mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan.
Menurutnya, pada Tahun Anggaran 2026 Kementerian Pertanian memberikan dukungan berupa sarana produksi dan alsintan kepada sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Barito Timur, sebagai bagian dari percepatan pencapaian target swasembada jagung nasional.
“Alsintan ini bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi stimulus yang dapat meningkatkan semangat petani untuk memperluas areal tanam jagung. Dengan dukungan benih, pupuk, alsintan prapanen, serta pendampingan dari kepolisian, kami optimistis target luas tanam dapat tercapai,” ujar Misnohartaku.
Ia menjelaskan, sinergi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barito Timur bersama Polres Barito Timur dalam pengembangan jagung pakan telah berjalan sejak 2025 dan berlanjut hingga tahun ini. Kolaborasi tersebut dinilai berperan penting dalam mendorong pengembangan jagung di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur menyalurkan bantuan sebanyak sembilan unit traktor roda empat, 10 unit traktor roda dua, 20 unit pompa air, dan 20 unit hand sprayer elektrik kepada kelompok tani penerima manfaat.
Misnohartaku berharap dukungan dari pemerintah pusat tidak hanya berhenti pada alsintan prapanen, tetapi juga dapat dilengkapi dengan bantuan alsintan pascapanen, seperti combine harvester khusus jagung, sehingga proses panen menjadi lebih cepat, efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas petani.
Menurutnya, penggunaan alsintan, baik pada tahap prapanen maupun pascapanen, terbukti mampu menghemat waktu, tenaga, dan biaya produksi. Dengan dukungan tersebut, Kabupaten Barito Timur diyakini mampu menjadi salah satu daerah yang berkontribusi terhadap pencapaian swasembada jagung nasional.
Pada kesempatan itu, Misnohartaku juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Barito Timur yang dinilainya menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program Jagung Nasional.
Ia menyebut keberhasilan Kabupaten Barito Timur memperoleh bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian tidak lepas dari dukungan dan inisiasi Polres Barito Timur yang turut mengusulkan kebutuhan alsintan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Barito Timur yang selama ini aktif mendukung pengembangan sektor pertanian, termasuk mendorong lahirnya petani milenial sebagai regenerasi pelaku usaha pertanian.
Misnohartaku berharap target luas tanam jagung 165 hektare pada 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi seluruh pihak. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur terhadap program ketahanan pangan nasional. (Vna)
