Kamis, Agustus 13, 2026
Tamiang Layang

IKMABARTIM Serukan Peran Aktif Pemuda Dalam Memajukan Pembangunan Daerah

Tamiang Layang, forumhukum.online – Ikatan Mahasiswa Barito Timur (IKMABARTIM) mendorong mahasiswa dan pemuda asal Barito Timur untuk mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan daerah.

Dorongan tersebut disampaikan dalam diskusi publik yang digelar di Balai Juang Hajjah Titien (Bajuang Hati), Kota Banjarbaru, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa asal Barito Timur yang sedang menempuh pendidikan di perantauan.

Diskusi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan mengenai berbagai isu strategis, mulai dari kepemudaan, kepemimpinan, pendidikan, hingga kontribusi mahasiswa terhadap masa depan Kabupaten Barito Timur.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi pemikiran mahasiswa dalam momentum Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur yang diperingati pada 9 Agustus 2026.

Melalui forum itu, IKMABARTIM menegaskan mahasiswa tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam dinamika pembangunan daerah. Sebaliknya, mahasiswa dinilai memiliki peran penting untuk menyumbangkan gagasan, kritik konstruktif, serta aksi nyata yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Untuk membahas sejumlah persoalan strategis, IKMABARTIM menghadirkan dua pemantik dengan perspektif berbeda, yakni Lutfi Arif Jailani dan Abdul Rasyid.

Pada sesi pertama, Lutfi Arif Jailani mengangkat isu kepemudaan dan kepemimpinan. Ia mendorong mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman, membangun pola pikir kritis, serta mengambil peran dalam proses pembangunan daerah.

Menurut Lutfi, pemuda memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kekuatan pembangunan. Karena itu, mahasiswa dan pemuda asal Barito Timur harus mampu memanfaatkan kapasitas dan pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan kontribusi bagi daerah.

“Pemuda adalah tulang punggung pembangunan daerah. Mahasiswa dan pemuda asal Barito Timur tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah perubahan, tetapi harus mengambil peran aktif, melahirkan gagasan inovatif, dan menjadi penggerak perubahan positif bagi daerah,” ujar Lutfi.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Abdul Rasyid yang mengangkat persoalan pendidikan. Pembahasan mencakup keterjangkauan akses pendidikan tinggi, pemerataan fasilitas pendidikan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut Rasyid, pembangunan Barito Timur membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi dan daya saing. Karena itu, akses pendidikan yang lebih merata dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk memperkecil kesenjangan dan membuka peluang bagi generasi muda daerah.

“Pendidikan adalah fondasi utama untuk memutus rantai ketimpangan dan membangun kemajuan Barito Timur. Kita perlu mendorong pemerataan fasilitas, keterjangkauan akses pendidikan tinggi, serta peningkatan kompetensi agar mahasiswa asal daerah mampu bersaing secara sehat di tingkat nasional maupun global,” tegas Rasyid.

IKMABARTIM berharap forum tersebut tidak sekadar menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antarmahasiswa sekaligus mendorong lahirnya kontribusi yang lebih konkret bagi pembangunan Kabupaten Barito Timur.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Setelah pemaparan materi, para peserta aktif mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi terbuka dengan membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepemudaan, pendidikan, serta pembangunan daerah.

Melalui forum tersebut, IKMABARTIM berharap mahasiswa dan pemuda asal Barito Timur semakin terdorong untuk mengambil peran strategis, baik melalui gagasan, pengembangan kapasitas, maupun aksi nyata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan daerah. (Vna)