Sabtu, Agustus 1, 2026
Tamiang Layang

Perpustakaan Keliling Bekali WBP dengan Ilmu Vokasional, DPK Barito Timur Dukung Program 1.000 Tenaga Kerja Terlatih

Tamiang Layang, forumhukum.online – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Barito Timur terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Melalui layanan Perpustakaan Keliling, DPK mendukung program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur periode 2025–2030, yakni mencetak 1.000 tenaga kerja terlatih, dengan menyediakan bahan bacaan vokasional bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tamiang Layang, Kamis (30/7/2026).

Kunjungan Perpustakaan Keliling yang dilaksanakan secara rutin tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca di lingkungan rumah tahanan, tetapi juga memperluas akses WBP terhadap literatur keterampilan dan ilmu terapan.

Berbagai bahan bacaan yang disediakan diharapkan dapat menambah wawasan sekaligus menjadi bekal kompetensi bagi para WBP dalam mempersiapkan diri kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Timur, Ari Panan P. Lelu, S.H., mengatakan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, termasuk bagi warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan.

“Melalui kunjungan rutin Perpustakaan Keliling ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIb Tamiang Layang, kami ingin menumbuhkan sekaligus melestarikan budaya membaca di kalangan warga binaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antara DPK dan pihak rutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, koleksi buku yang dibawa Perpustakaan Keliling didominasi buku-buku ilmu terapan yang relevan dengan kegiatan pembinaan di dalam rutan. Materi bacaan tersebut mencakup berbagai bidang keterampilan, seperti pertanian, perikanan, perbengkelan, hingga pengolahan kuliner.

Ari mengatakan, pengetahuan yang diperoleh melalui bahan bacaan vokasional diharapkan dapat melengkapi pelatihan keterampilan yang selama ini diikuti para WBP di lingkungan rutan. Dengan demikian, proses pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek pembentukan karakter, tetapi juga meningkatkan kompetensi yang mendukung kemandirian setelah bebas.

“Melalui akses terhadap bahan bacaan yang relevan, kami berharap para warga binaan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan teknis yang dapat dimanfaatkan untuk memulai usaha, memperoleh pekerjaan, serta menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa akses terhadap informasi dan literasi merupakan bagian penting dari proses pembinaan, karena dapat membuka wawasan, meningkatkan motivasi, serta membangun kepercayaan diri warga binaan untuk memulai lembaran baru setelah bebas nanti.

Pada kesempatan tersebut, DPK Kabupaten Barito Timur juga menyerahkan “buah tangan” kepada salah satu perwakilan Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai simbol kepedulian dan upaya mempererat tali silaturahmi antara DPK dengan keluarga besar Rumah Tahanan Negara Kelas IIb Tamiang Layang.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Timur menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat literasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sepanjang hayat yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui penyediaan bahan bacaan yang relevan dengan kebutuhan keterampilan, DPK berharap perpustakaan dapat berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten, mandiri, dan produktif, sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk mewujudkan 1.000 tenaga kerja terlatih serta mendorong kemajuan daerah. (Vna)