2.411 Kasus ISPA Tercatat di Bartim, Warga Diingatkan Jangan Sepelekan Gejala Pernapasan
Tamiang Layang, forumhukum.online – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Timur (Bartim) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Dinkes Bartim dr. Jimmi W.S. Hutagalung, M.M.Kes., meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak. Jika harus keluar, masyarakat diminta menggunakan masker dengan benar.
“Tidak usah keluar rumah dulu jika tidak penting. Kalau asap masuk rumah, tutup semuanya,” imbau dr. Jimmi, Senin (6/10/2026).
Ia juga mengingatkan warga memperbanyak minum air putih. Paparan asap dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti ISPA, iritasi mata dan kulit, hingga diare.
Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Barito Timur mencapai sekitar 2.411 kasus hingga 2 Oktober 2026. Meski jumlahnya masih tinggi, Dinas Kesehatan Bartim menyebut tren kasus mulai menurun.
Kepala Dinkes Bartim dr. Jimmi W.S. Hutagalung meminta warga tidak menyepelekan gangguan pernapasan, terutama jika mulai mengalami sesak napas.
Puskesmas, kata dia, telah menyediakan layanan dan bantuan oksigen bagi pasien yang membutuhkan.
“Bila ada terasa tidak nyaman di pernapasan, sesak, puskesmas sudah ada ruangan oksigen,” jelasnya.
Meski tren kasus ISPA mulai menurun, Dinas Kesehatan Barito Timur meminta masyarakat tetap waspada. Kabut asap dengan kualitas udara yang buruk masih berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, dan warga dengan masalah pernapasan.
Dinkes mengimbau warga tidak menunggu kondisi memburuk untuk mencari pertolongan medis. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar, menggunakan masker, menutup pintu dan jendela saat asap masuk, serta memperbanyak minum air putih.
Jika muncul keluhan pernapasan, warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. (Vna)
