Munita Mustika Dewi AY Mebas Siap Lanjutkan Pembangunan Barito Timur
Tamiang Layang (SPIRITNUSANTARA.COM) – Kontestasi politik di Kabupaten Barito Timur mencapai puncaknya dengan munculnya figur yang menarik perhatian publik.
Salah satunya adalah Munita Mustika Dewi AY Mebas, yang secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati ke DPC Partai Hanura pada Selasa (30/4/2024).
Sebagai istri dari Bupati Barito Timur sebelumnya, Dr. Ampera AY Mebas, S.E, M.M, Munita Mustika Dewi AY Mebas membawa pengalaman dan tekad kuat untuk melanjutkan pembangunan yang telah dimulai.
Dengan karier politiknya yang solid, termasuk sebagai legislator wanita yang berpengaruh, kehadirannya di panggung politik memperkaya dinamika Pilkada 2024.
Munita Mustika Dewi AY Mebas menegaskan bahwa misinya adalah memastikan kelanjutan pembangunan, terutama dalam infrastruktur, pendidikan, kesejahteraan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan fokus pada penyelesaian masalah jalan poros dan pendidikan gratis 12 tahun, serta upaya meningkatkan kesejahteraan melalui pembinaan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, ia bertekad untuk membawa perubahan yang positif bagi Barito Timur.
Melalui program-program yang telah terbukti berhasil, seperti pengembangan kebun sawit masyarakat dan upaya menuju swasembada pangan, Munita Mustika Dewi AY Mebas berkomitmen untuk menjadikan Barito Timur sebagai contoh keberhasilan dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan visi yang jelas dan semangat yang membara, dirinya siap memimpin Kabupaten Barito Timur menuju masa depan yang lebih baik
Figur perempuan yang selalu tampil feminim ini akan mewarnai panggung politik menuju KH 1 K di Kabupaten Barito Timur.

Munita Mustika AY Mebas memiliki keinginan melanjutkan pembangunan. Antara lain, menuntaskan masalah infrastruktur utamanya jalan poros di wilayah pedesaan serta jalan lingkar yang selama ini didambakan masyarakat.
Selain itu, terkait pendidikan sekolah gratis 12 tahun. Ditambah, kesejahteraan masyarakat melalui pembinaan keagamaan bantuan rumah ibadah.
Ekonomi masyarakat melalui sistem pemberdayaan warga, program yang telah berjalan berupa kebun sawit masyarakat.
Selain itu, pertanian dalam arti luas mewujudkan swasembada pangan serta cita – cita daerah untuk memiliki pabrik pakan ternak.(VNA/hb/red)
