Perkuat Sinergi, Kejari dan DPRD Barito Timur Ikuti FGD Intelijen 2026 Secara Daring
Tamiang Layang, forumhukum.online — Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Timur bersama DPRD Kabupaten Barito Timur memperkuat koordinasi lintas lembaga melalui Konsolidasi Focus Group Discussion (FGD) Jaksa Agung Muda Intelijen Tahun 2026 yang digelar secara daring, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting tersebut diikuti dari Aula Kejari Barito Timur. Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan komunikasi antara Kejaksaan dengan para pemangku kepentingan daerah, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas intelijen penegakan hukum.
Selain itu, konsolidasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mendeteksi dan mengantisipasi berbagai potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) yang dapat memengaruhi stabilitas pemerintahan maupun pembangunan di daerah.
Kepala Kejari Barito Timur, Rahmad Isnaini, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur Nursulistio. Hadir pula Kepala Seksi Intelijen Sodiq Suksmana Hadi, Kepala Subseksi I Intelijen Annisa Novira Septiana Putri, Kepala Subseksi II Intelijen Hanindya Seno Saskara, serta jajaran staf Bidang Intelijen Kejari Barito Timur.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Barito Timur, Sodiq Suksmana Hadi, menilai keterlibatan unsur legislatif dalam forum tersebut memiliki arti penting. Menurutnya, komunikasi lintas lembaga diperlukan untuk membangun pemahaman yang sejalan terkait arah dan kebijakan strategis fungsi intelijen Kejaksaan.
“Sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung deteksi dini dan pemetaan terhadap potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan yang dapat memengaruhi stabilitas pemerintahan serta pelaksanaan pembangunan,” ujar Sodiq.
Ia menjelaskan, perkembangan situasi di daerah yang dinamis membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang kuat antarlembaga. Dengan sinergi tersebut, berbagai potensi persoalan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara tepat.
Koordinasi lintas lembaga juga dinilai penting dalam merespons berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Hal ini sekaligus mendukung pelaksanaan program pembangunan agar berjalan sesuai dengan ketentuan dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui forum konsolidasi tersebut, Kejari Barito Timur menegaskan pentingnya membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan daerah. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi deteksi dini sekaligus menciptakan kondisi daerah yang kondusif bagi keberlangsungan pemerintahan dan pembangunan.
Konsolidasi Bidang Intelijen Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2026 juga diarahkan untuk memperkuat dan mengoptimalkan fungsi intelijen sebagai supporting system dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan. Penguatan tersebut mencakup peningkatan kemampuan deteksi dini, pemetaan potensi AGHT, serta koordinasi dalam mendukung kebijakan dan program strategis pemerintah.
Dalam forum tersebut, pembahasan mencakup sejumlah bidang strategis yang ditangani unsur Intelijen Kejaksaan, meliputi Direktorat I bidang ideologi, politik, pertahanan dan keamanan serta SDO; Direktorat II bidang sosial, budaya, dan masyarakat; Direktorat III bidang ekonomi dan keuangan; Direktorat IV bidang Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS); serta Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) dan Direktorat V.
Melalui konsolidasi tersebut, Kejari Barito Timur menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas dan peran intelijen secara profesional, adaptif, dan strategis.
Optimalisasi fungsi intelijen diharapkan mampu memperkuat dukungan informasi bagi pelaksanaan tugas Kejaksaan. Informasi yang akurat dan tepat waktu menjadi penting untuk membantu proses deteksi dini sekaligus memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT).
Selain mendukung penegakan hukum, penguatan fungsi intelijen juga diarahkan untuk mengawal pelaksanaan program pembangunan nasional maupun daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat berjalan selaras dengan visi Asta Cita Presiden, sehingga pembangunan dapat terlaksana secara efektif, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Vna)
